Ketujuh, Zainab binti Jahsy.
Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy dilahirkan pada tahun 32 sebelum
hijrah. Ibunya adalah Umaimah binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ummul mukminin Zainab binti Jahsy adalah wanita terhormat saudari dari
Abdullah bin Jahsy, sang pahlawan Perang Uhud yang dimakamkan satu liang
dengan paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib radhiallahu ‘anhu.
Sebelum menjadi istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Zainab adalah istri dari anak angkat Nabi yakni Zaid bin Haritsah radhiallahu ‘anhu. Pernikahan keduanya tidak berjalan langgeng karena perbedaan kafa–ah. Akhirnya perceraian pun terjadi.
Lalu Zainab dinikahi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketika itu, Zainab berusia 37 tahun. Berjalanlah biduk rumah tangga
Rasulullah dengan Zainab selama 6 tahun, hingga Rasulullah wafat. Di
antara keistimewaan Zainab binti Jahsy radhiallahu ‘anha adalah Allah Ta’ala yang menjadi walinya saat menikah dengan Rasulullah.
Di antara hikmah pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
dengan Zainab adalah meluruskan budaya yang keliru pada masyarakat kala
itu. Orang-orang saat itu beranggapan bahwa anak angkat sama statusnya
dengan anak kandung. Anggapan ini tentu saja akan berdampak pada
hukum-hukum syariat yang lainnya; waris, mahram, pernikahan, dll.
Tradisi dan anggapan ini kian mengakar di masyarakat Islam pada saat itu
sehingga perlu diluruskan. Karena itu, Allah Ta’ala memerintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menikahi Zainab binti Jahys radhiallahu ‘anha,
untuk menghapus anggapan demikian. Jika tidak anggapan ini akan
berdampak berat bagi umat manusia, secara khusus lagi umat Islam.
Ummul mukminin Zainab binti Jahsy radhiallahu ‘anha wafat pada masa pemerintahan Umar bin al-Khattab tahun 21 H dengan usia 53 tahun.
Kedelapan, Juwairiyah binti al-Harits bin Abi Dhirar.
Ummul mukminin Juwairiyah binti al-Harits al-Kuza’iyah al-Qurasyiyah
dilahirkan tahun 14 sebelum hijrah. Ia adalah wanita yang sangat cantik
dan memiliki kedudukan mulia di tengah kaumnya. Ayahnya, al-Harits bin
Abi Dhirar, adalah kepala kabilah Bani Musthaliq.
Suatu hari al-Harits bin Abi Dhirar mengumpulkan pasukan untuk menyerang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Mendengar kabar tersebut, Rasulullah segera bertindak cepat dan
bertemulah kedua pasukan di sebuah oase yang dikenal dengan Muraisi’.
Peperangan itu dimenangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Al-Harits bin Abi Dhirar tewas dalam peperangan sedangkan Juwairiyah bin al-Harits menjadi tawanan.
Juwairiyah dijatuhkan sebagai bagian dari Tsabit bin Qais bin Syammas
yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya. Namun Juwairiyah
tidak menerima hal ini. Ia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar bersedia menebus dirinya. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
menawarkan tawaran yang lebih terhormat daripada hal itu. Nabi
menawarkan diri untuk menikahinya. Dengan gembira Juwairiyah menerima
tawaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hikmah dari pernikahan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
dengan Juwairiyah adalah untuk menaklukkan hati Bani Musthliq agar
menerima dakwah Islam. Lantaran pernikahan ini, para sahabat membebaskan
tawanan-tawanan Bani Mustaliq yang jumlahnya sekitar 100 keluarga. Para
sahabat tidak rela kerabat Rasulullah menjadi tawanan. Aisyah radhiallahu ‘anha pun memuji Juwairiyah sebagai wanita yang penuh keberkahan untuk kaumnya.
Pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Juwairiyah berlangsung pada tahun ke-5 H. Saat itu ummul mukminin Juwairiyah binti al-Harits radhiallahu ‘anha berusia 19 atau 20 tahun. Rumah tangga nubuwah ini berlangsung selama 6 tahun.
Ummul mukminin Juwairiyah binti al-Harits wafat pada tahun 56 H saat berusia 70 tahun.
Kesembilan, Shafiyah binti Huyai bin Akhtab.
Sebelum memeluk Islam, Ummul mukminin Shafiyah binti Huyai adalah
seorang wanita Yahudi dari Bani Nadhir. Ayahnya, Huyai bin Akhtab,
adalah tokoh terkemuka di kalangan Yahudi dan termasuk ulama Yahudi di
masa itu. Nasab ummul mukminin Shafiyah radhiallahu ‘anha bersambung sampai Nabi Harun bin Imran ‘alaihissalam. Jadi beliau adalah wanita dari kalangan Bani Israil. Ummul mukminin Shafiyah lahir pada tahun 9 sebelum hijrah.
Setelah Bani Nadhir diusir dari Madinah, mereka hijrah menuju perkampungan Yahudi di Khaibar. Dalam Perang Khaibar, Allah Ta’ala
memenangkan kaum muslimin. Banyak harta rampasan perang dan tawanan
yang dikuasai oleh kaum muslimin. Di antara mereka adalah Shafiyah binti
Huyai. Awalnya Shafiyah termasuk pendapatan perang dari sahabat yang
mulia, yang Malaikat Jibril sering datang dalam bentuk fisiknya yaitu
Dihyah bin Khalifah radhiallahu ‘anhu. Namun karena kedudukan Shafiyah, ada seorang sahabat yang datang mengajukan agar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
menerima Shafiyah. Kemuliaan Shafiyah sebagai wanita pemuka Bani
Quraizhah dan Bani Nadhir hanya layak disandingkan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Setelah menerima Islam, Rasulullah menikahi Shafiyah. Pernikahan pun
dilangsungkan, yaitu pada tahun 8 H. Rumah tangga mulia ini berlangsung
selama 4 tahun hingga wafatanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hikmah pernikahan ini adalah Islam menjaga kedudukan seseorang, tidak
merendahkannya malah menjadikannya kian mulia. Siapa yang mulia sebelum
Islam, maka dia juga dimuliakan setelah berislam.
Ummul mukminin Shafiyah binti Huyai wafat pada tahun 50 H di zaman pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan radhiallahu ‘anhu. Saat itu usia beliau 59 tahun.
Kesepuluh, Ummu Habibah.
Nama Ummu Habibah adalah Ramlah binti Abu Sufyan. Beliau dilahirkan
pada tahun 25 sebelum hijrah. Ia merupakan putri dari salah seorang
tokoh Quraisy yakni Abu Sufyan bin Harb radhiallahu ‘anhu.
Ummu Habibah radhiallahu ‘anha masuk Islam lebih dahulu
dibanding ayahnya dan saudara laki-lakinya, Muawiyah bin Abu Sufyan.
Bersama suaminya Ubaidullah bin Jahsy ia hijrah ke negeri Habasyah.
Namun sayang, ketika di Habasyah suaminya murtad berpindah agama menjadi
seorang Nasrani. Ummu Habibah dihadapkan pada kenyataan pahit, apakah
harus turut bersama suaminya menjadi Nasrani, bertahan di Habasyah hidup
dalam pengasingan, atau kembali ke Mekah dalam kekangan sang ayah yang
tatkala itu masih kafir.
Akhirnya kabar gembira tak terduga datang menghampiri Ummu Habibah. Melalui an-Najasyi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
melamarnya. Pernikahan pun digelar, namun ada sesuatu yang berbeda
dengan pernikahan ini, saat resepsi mempelai laki-lakinya diwakilkan
oleh an-Najasyi. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di Madinah. Pada tahun 6 atau 7 H, barulah Ummu Habibah radhiallahu ‘anha
tiba di Madinah. Saat itulah kehidupan rumah tangganya bersama
Rasulullah dimulai. Usia rumah tangga ini berjalan selama kurang lebih 4
tahun, berakhir dengan wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ummu Habibah wafat pada tahun 69 H dengan usia 44 tahun.
Kesebelas, Maimunah binti al-Harits bin Hazn.
Ummul mukminin Maimunah binti al-Harits dilahirkan pada tahun 29
sebelum hijrah. Ia adalah saudari dari Ummu al-Fadhl, istri paman Nabi,
al-Abbas bin Abdul Muthalib. Ia juga merupakan bibi dari Abdullah bin
Abbas dan Khalid bin al-Walid radhiallahu ‘anhuma.
Maimunah binti al-Harits adalah wanita terakhir yang dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Saat menikah dengan Nabi, ia telah berusia 36 tahun. Nabi menikahinya
pada tahun 7 H, satu tahun setelah perjanjian Hudaibiyah.
Hikmah dari pernikahan Nabi dengan ummul mukminin Maimunah adalah
menundukkan hati Bani Hilal untuk menerima Islam, kemudian meneguhkan
keislaman mereka.
Pada saat mengadakan safar antara Mekah dan Madinah, tahun 51 H,
ummul mukmini Maimunah binti al-Harits wafat. Usia beliau saat itu
adalah 80 atau 81 tahun. Mariyah al-Qibtiyah
Mariyah al-Qibtiyah radhiallahu ‘anha sering dinyatakan oleh
sebagian orang termasuk di antara ummahatul mukminin. Namun yang lebih
tepat beliau tidak termasuk dari kalangan ummahatul mukminin. Seorang
wanita dikatakan ummahatul mukminin apabila Nabi mengikat akad
pernikahan dengannya dan menggaulinya, walaupun kemudian bercerai.
Dengan demikian, wanita yang dinikahi Rasulullah akan tetapi belum
digaulinya tidak disebut sebagai ummahatul mukminin. Sama halnya,
seorang wanita yang digauli Rasulullah bukan karena ikatan pernikahan
–karena budak-, maka ia tidak disebut sebagai ummahatul mukminin.
Dari sini, kita mengetahui bahwa Mariyah al-Qibtiyah bukanlah
ummahatul mukminin, karena Nabi tidak mengikat akad pernikahan
dengannya.
Hikmah dan Tujuan Pernikahan Nabi Setelah membaca 11 biografi singkat
ibu-ibu orang yang beriman kita bisa memberi kesimpulan bahwa pernikahan
nabi bukanlah berorientasi sexual. Kita bisa memahami bahwa pernikahan beliau memiliki hikmah:
Politik dan dakwah: seperti menikahi anak-anak ketua kabilah agar
kabilah tersebut menerima Islam dan semakin menguatkan posisi umat Islam
di tanah Arab.
Sosial: seperti menikahi janda, Rasulullah menjadi pelindung dan penanggung kebutuhan mereka dan anak-anaknya.
Syariat: mengubah adat istiadat yang bertentangan dengan syariat. Dari
sini kita ketahui, ketika adat istiadat berbenturan dengan syariat,
adat istiadatlah yang tunduk kepada syariat bukan syariat yang tunduk
dan harus beradaptasi dengan adat istiadat setempat.
Tabel Nama dan Usia Istri-Istri NabiSumber:
– Muhammad, Bassam Hamami. 1993. Nisa Haula ar-Rasul. Damaskus.
– islamstory.com Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com
Istri-istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wanita-wanita mulia di dunia dan di akhirat. Mereka akan tetap mendampingi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
hingga di surga kelak. Mereka juga merupakan ibu dari orang-orang yang
beriman, karena itu sebutan ummul mukminin senantiasa disematkan di
nama-nama mereka. Allah Ta’ala berfirman,
“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri
mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka…” (QS.
Al-Ahzab: 6).
Jika istri-istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
adalah ibu orang-orang yang beriman, alangkah ironisnya ketika
orang-orang mukmin tidak mengenal ibu mereka sendiri. Berikut ini adalah
profil singkat dari 11 istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Pertama, Khadijah binti Khuwailid.
Ummul mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha adalah wanita
Quraisy yang terkenal dengan kemualiaannya, baik dari sisi nasab maupun
akhlaknya. Nasabnya bertemu dengan Nabi pada kakek kelima, karena itu
beliau adalah istri Nabi yang memiliki kekerabatan paling dekat dengan
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dilahirkan pada tahun 68 sebelum hijrah, ibunda Khadijah sempat
mengalami fase jahiliyah namun hal itu tidak mempengaruhi perangai dan
kepribadiannya yang mulia. Ia adalah wanita pertama, bahkan orang
pertama yang beriman kepada kerasulan sang suami, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Tidak ada sedikit pun kalimat-kalimat penolakan, mendustakan risalah,
atau yang membuat Nabi sedih. Di saat-saat berat awal menerima wahyu,
Khadijah selalu menyemangati dan menguatkan sang suami.
Saat berusia 4o tahun, Khadijah dinikahi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Pernikahan itu terjadi pada tahun 25 sebelum hijrah dan saat itu sang
suami pun genap berusia 25 tahun. Rumah tangga yang suci ini berlangsung
selama 25 tahun. Dan keduanya dianugerahi 6 orang anak; 2 laki-laki dan
4 perempuan. Mereka adalah Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu
Qultsum, dan Fatimah.
Ummul mukminin, Khadijah radhiallahu ‘anha wafat pada usia 65 tahun, 3 tahun sebelum hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Madinah.
Kedua, Saudah binti Zam’ah
Saudah binti Zam’ah adalah seorang wanita Quraisy dari Bani ‘Amir.
Sebagian sejarawan menyatakan tidak ada catatan yang bisa dijadikan
rujukan kuat mengenai tahun kelahiran beliau. Ummul mukmini Saudah binti
Zam’ah radhiallahu ‘anha adalah janda dari sahabat as-Sakran bin Amr radhiallahu ‘anhu. Bersama as-Sakran ia memiliki 5 orang anak.
Karena itu tidak diketahui pula usianya saat menikah dengan Nabi dan
berapa tahun usianya saat wafat. Namun ada yang mengatakan bahwa usinya
saat menikah dengan Nabi adalah 55 tahun. Ibunda Saudah dinikahi oleh
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat 3 tahun sebelum hijrah.
Pernikahan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Saudah binti Zam’ah adalah bantahan yang telak bagi orang-orang yang menuduh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
dengan tuduhan keji terkait hubungan beliau dengan wanita. Saat Nabi
tengah dirundung duka karena wafat Khadijah sang istri tercinta, Khoulah
binti Hakim datang menyarankan agar beliau menikah. Khoulah mengajukan
dua nama Saudah atau Aisyah. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
memilih Saudah binti Zam’ah. Beliau memilih wanita yang tua usianya
dibanding Aisyah yang masih muda. Setelah pernikahan itu berusia 3 tahun
lebih barulah Nabi menikahi Aisyah. Kalau tuduhan orang-orang yang
dengki terhadap Islam itu benar, niscaya beliau lebih mengutamakan
wanita-wanita muda dan gadis untuk dijadikan pedamping beliau setelah
Khadijah.
Ummul mukminin Saudah binti Zam’ah wafat di akhir pemerintahan Umar bin al-Khattab tahun 54 H.
Ketiga, Aisyah binti Abu Bakar
Salah satu istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling dikenal oleh umatnya adalah Aisyah radhiallahu ‘anha.
Ummul mukminin Aisyah memiliki banyak keistimewaan yang tidak dimiliki
oleh ummahatul mukminin yang lain. Di antaranya, dialah satu-satunya
istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang Allah turunkan
wahyu dari atas langit ketujuh untuk membela kehormatannya. Bukan satu
atau dua ayat, tapi Allah firmankan 10 ayat (QS. An-Nur: 11-20) yang
membela kehormatan Aisyah radhiallahu ‘anha dan terus-menerus
dibaca hingga hari kiamat. Menodai kehormatan Aisyah sama saja
mengingkari Alquran. Oleh karena itu, para ulama memvonis kafir
orang-orang yang merendahkan kehormatan Aisyah radhiallahu ‘anha.
Ummul mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha dilahirkan pada
tahun ke-7 sebelum hijrah. Ia adalah seorang wanita Quraisy putri dari
laki-laki yang paling mulia setelah para nabi dan rasul, yaitu Abu Bakar
ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu dan ibunya adalah Ummu Ruman radhiallahu ‘anha.
Sebelum menikahi Aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya 3 malam berturut-turut dalam mimpinya dan mimpi Nabi adalah wahyu. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan mimpinya,
رأيتُك في المنام ثلاث ليال ، جاء بك الملك في سرقة من حرير، فيقول : هذه
امرأتك فأكشف عن وجهك فإذا أنت فيه، فأقول : إن يك هذا من عند الله يُمضه
“Aku melihatmu (Aisyah) dalam mimpiku selama tiga malam. Malaikat
datang membawamu dengan mengenakan pakaian sutra putih. Malaikat itu
berkata, ‘Ini adalah istrimu’. Lalu kusingkapkan penutup wajahmu,
ternyata itu adalah dirimu. Aku bergumam, ‘Seandainya mimpi ini
datangnya dari Allah, pasti Dia akan menjadikannya nyata’. (HR. Bukhari
dan Muslim).
Jadi, Nabi menikahi Aisyah adalah perintah dari Allah Ta’ala.
Aisyah dinikahi Rasulullah saat berusia 9 (terhitung sejak Rasulullah
bercampur dengan Aisyah) tahun dan rumah tangga yang suci ini
berlangsung selama 9 tahun pula. Aisyah menuturkan,
تزوجني رسول الله صلى الله عليه وسلم لست سنين ، وبنى بي وأنا بنت تسع سنين
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku saat aku berusia 6 tahun dan berumah tangga bersamaku (menggauliku) saat aku berusia 9 tahun.” (Muttafaq’ alaihi).
Umur Aisyah yang sangat dini menjadi polemik di masa kini. Karena
orang-orang sekarang menimbang masa lalu dengan kaca mata masa kini.
Padahal tidak ada satu pun orang-orang kafir Quraisy, Abu Jahal dkk.,
mencela pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
dengna Aisyah. Kita ketahui orang-orang kafir Quraisy mengerahkan segala
cara untuk menjatuhkan kedudukan Rasulullah, hingga fitnah yang di luar
nalar pun akan mereka lakukan demi rusaknya imge Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
di tengah manusia. Mereka menyebut beliau pendusta dan tukang sihir
setelah mereka sendiri menggelarinya al-amin. Artinya, nalar Abu Jahal
dkk. tidak terpikir untuk mencela Rasulullah yang menikahi Aisyah yang
masih sangat muda.
Salah satu hikmah dari pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
dengan Aisyah radhiallahu ‘anha adalah menghapus anggapan orang-orang
terdahulu yang menjadi norma yang berlaku di antara mereka yaitu ketika
seseorang sudah bersahabat dekat, maka status mereka layaknya saudara
kandung dan berlaku hukum-hukum saudara kandung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
adalah sahabat dekat. Ketika Rasulullah hendak menikahi Aisyah, Abu
Bakar sempat mempertanyakannya, karena ia merasa apakah yang demikian
dihalalkan.
عن عروة أن النبي صلى الله عليه وسلم خطب عائشة إلى أبي بكر فقال له أبو
بكر: إنما أنا أخوك، فقال: أنت أخي في دين الله وكتابه وهي لي حلال.
Dari Aurah, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dating
kepada Abu Bakar untuk melamar Aisyah. Lalu Abu Bakar berkata,
‘Sesungguhnya aku ini saudaramu’. Nabi menjawab, ‘Iya, engkau saudaraku
dalam agama Allah Allah dan Kitab-Nya dan ia (anak perempuanmu) itu
halal bagiku’.” (HR. Bukhari).
Rasulullah hendak memutus kesalahpahaman ini dan mengajarkan hukum yang benar yang berlaku hingga hari kiamat kelak.
Saat ibunda Aisyah radhiallahu ‘anhu berusia 18 tahun, di
pangkuannya, sang suami tercinta wafat meninggalkannya untuk selamanya.
Dan saat berusia 65 tahun ia pun baru menyusul sang kekasih pujaan hati.
Dengan demikian, selama 47 tahun Aisyah hidup sendiri tanpa suami.
Keempat, Hafshah binti Umar bin al-Khattab.
Wanita Quraisy berikutnya yang merupakan ibu dari orang-orang yang
beriman adalah Hafshah putri dari Umar al-faruq. Hafshah dilahirkan pada
tahun ke-18 sebelum hijrah. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Hafshah
adalah istri dari pahlawan Perang Badar, Khunais bin Khudzafah as-Sahmi radhiallahu ‘anhu. Bersama Khunais, Hafshah mengalami dua kali hijrah, ke Habasyah lalu ke Madinah. Khunais radhiallahu ‘anhu wafat karena luka yang ia derita saat Perang Badar.
Setelah Khunais radhiallahu ‘anhu wafat, Umar berusaha
mencarikan laki-laki terbaik untuk menjadi suami putrinya ini. Ia
mendatangi Abu Bakar dan Utsman, namun keduanya bukanlah jodoh bagi anak
perempuannya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
meminang Hafshah. Betapa bahagianya Umar, selain menjadi sahabat
Rasulullah, ia pun mendapatkan kehormatan dengan memiliki hubungan
kekerabatan dengan Nabi yang mulia.
Pernikahan Hafshah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
terjadi pada tahun ke-3 H. saat itu usia Hafshah adalah 21 tahun. Ia
hidup bersama Rasulullah, membangun keluarga selama 8 tahun. Saat
usianya menginjak 29 tahun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat. Dan Hafshah wafat pada usia 63 tahun tahun 45 H, pada masa pemerintahan Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.
Kelima, Zainab binti Khuzaimah.
Keistimewaan ummul mukminin Zainab binti Khuzaimah adalah ringannya
beliau dalam berderma. Karena hal ini, ia dijuluki ibunya orang-orang
miskin. Zainab binti Khuzaimah adalah seorang wanita Quraisy janda dari
pahlawan Perang Uhud, Abdullah bin Jahsy radhiallahu ‘anhu.
Setelah menjanda, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahinya di bulan Ramadhan tahun 3 H. Namun kebersamaannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
tidaklah berlangsung lama. Ummul mukminin Zainab bin Khuzaimah wafat
saat pernikahannya dengan Rasulullah baru berumur 8 bulan atau bahkan
kurang dari itu. Dan saat itu usia Zainab radhiallahu ‘anha 30 tahun. Dengan demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dua kali merasakan wafat ditinggal istrinya.
Keenam, Ummu Salamah.
Nama Ummu Salamah adalah Hindun binti Umayyah. Ia adalah wanita Bani
Makhzum anak dari salah seorang yang paling dermawan dari kalangan
Quraisy, Umayyah bin al-Mughirah. Sebelum menikah dengan Rasulullah,
suaminya adalah seorang muhajirin yang pertama-tama memeluk Islam, ia
adalah Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi al-Qurasyi.
Ummu Salam dilahirkan pada tahun 24 sebelum hijrah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahinya di tahun 4 H. Saat itu usianya menginjak 28 tahun. Hikmah dari pernikahan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Ummu Salamah adalah pemuliaan terhadap Ummu Salamah radhiallahu ‘anha.
Ia dan suaminya adalah orang yang memiliki kedudukan yang tinggi dalam
Islam sebagai orang-orang pertama menyambut dakwah Islam. Ummu Salamah
juga memiliki 4 orang anak yang menjadi yatim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi penanggungnya dan keempat anaknya.
Ummu Salamah radhiallahu ‘anha memiliki usia cukup panjang, 85 tahun. Ia wafat pada tahun 61 H, pada saat pemerintahan Yazid bin Muawiyah. Bersambung insya Allah… Sumber:
– Muhammad, Bassam Hamami. 1993. Nisa Haula ar-Rasul. Damaskus.
– islamstory.com Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com
Pembicaraan tentang putra dan putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
termasuk pembicaraan yang jarang diangkat. Tidak heran, sebagian umat
Islam tidak mengetahui berapa jumlah putra dan putri beliau atau siapa
saja nama anak-anaknya.
Enam dari tujuh anak Rasulullah terlahir dari ummul mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha. Rasulullah memuji Khadijah dengan sabdanya,
“Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia
telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah
membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak
membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala
Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang
lain.” (HR Ahmad no.24864)
Saat beliau mengucapkan kalimat ini, beliau belum menikah dengan Maria al-Qibtiyah. Anak-anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Rasulullah memiliki
tiga orang putra; yang pertama Qasim, namanya menjadi kunyah Rasulullah
(Abul Qashim). Qashim dilahirkan sebelum kenabian dan wafat saat berusia
2 tahun. Yang kedua Abdullah, disebut juga ath-Thayyib atau ath-Tahir
karena lahir setelah kenabian. Putra yang ketiga adalah Ibrahim,
dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat saat berusia 17 atau 18 bulan.
Adapun putrinya berjumlah 4 orang; Zainab yang menikah dengan Abu
al-Ash bin al-Rabi’, keponakan Rasulullah dari jalur Khadijah, kemudian
Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib, lalu Ruqayyah dan Ummu
Qultsum menikah dengan Utsman bin Affan.
Rinciannya adalah sebagai berikut:
Putri-putri Rasulullah
Para ulama sepakat bahwa jumlah putri Rasulullah ada 4 orang, semuanya terlahir dari rahim ummul mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha.
Pertama, putri pertama Rasulullah adalah Zainab binti Rasulullah.
Zainab radhiallahu ‘anha menikah dengan anak bibinya, Halah
binti Khuwailid, yang bernama Abu al-Ash bin al-Rabi’. Pernikahan ini
berlangsung sebelum sang ayah diangkat menjadi rasul. Zainab dan ketiga
saudarinya masuk Islam sebagaimana ibunya Khadijah menerima Islam, akan
tetapi sang suami, Abu al-Ash, tetap dalam agama jahiliyah. Hal ini
menyebabkan Zainab tidak ikut hijrah ke Madinah bersama ayah dan
saudari-saudarinya, karena ikatannya dengan sang suami.
Beberapa lama kemudian, barulah Zainab hijrah dari Mekah ke Madinah
menyelamatkan agamanya dan berjumpa dengan sang ayah tercinta, lalu
menyusullah suaminya, Abu al-Ash. Abu al-Ash pun mengucapkan dua kalimat
syahadat dan memeluk agama mertua dan istrinya. Keluarga kecil yang
bahagia ini pun bersatu kembali dalam Islam dan iman. Tidak lama
kebahagiaan tersebut berlangsung, pada tahun 8 H, Zainab wafat
meninggalkan Abu al-Ash dan putri mereka Umamah.
Setelah itu, terkadang Umamah diasuh oleh kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sebagaimana dalam hadis disebutkan beliau menggendong cucunya, Umamah,
ketika shalat, apabila beliau sujud, beliau meletakkan Umamah dari
gendongannya.
Kedua,Ruqayyah binti Rasulullah.
Ruqayyah radhiallahu ‘anha dinikahkan oleh Rasulullah dengan sahabat yang mulia Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.
Keduanya turut serta berhijrah ke Habasyah ketika musyrikin Mekah sudah
sangat keterlaluan dalam menyiksa dan menyakiti orang-orang yang
beriman. Di Habasyah, pasangan yang mulia ini dianugerahi seorang putra
yang dinamai Abdullah.
Ruqayyah dan Utsman juga turut serta dalam hijrah yang kedua dari
Mekah menuju Madinah. Ketika tinggal di Madinah mereka dihadapkan dengan
ujian wafatnya putra tunggal mereka yang sudah berusia 6 tahun.
Tidak lama kemudian, Ruqoyyah juga menderita sakit demam yang tinggi.
Utsman bin Affan setia merawat istrinya dan senantiasa mengawasi
keadaannya. Saat itu bersamaan dengan terjadinya Perang Badar, atas
permintaan Rasulullah untuk mejaga putrinya, Utsman pun tidak bisa turut
serta dalam perang ini. Wafatlah ruqayyah bersamaan dengan kedatangan
Zaid bin Haritsah yang mengabarkan kemenangan umat Islam di Badar.
Ketiga,Ummu Kultsum binti Rasulullah.
Setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain, Ummu Kultsum radhiallahu ‘anha. Oleh karena itulah Utsman dijuluki dzu nurain (pemilik dua cahaya) karena menikahi dua putri Rasulullah, sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki sahabat lainnya.
Utsman dan Ummu Kultsum bersama-sama membangun rumah tangga hingga
wafatnya Ummu Kultsum pada bulan Sya’ban tahun 9 H. Keduanya tidak
dianugerahi putra ataupun putri. Ummu Kultsum dimakamkan bersebelahan
dengan saudarinya Ruqayyah radhiallahu ‘anhuma.
Keempat, Fatimah binti Rasulullah.
Fatimah radhiallahu ‘anha adalah putri bungsu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia dilahirkan lima tahun sebelum kenabian. Pada tahun kedua hijriyah, Rasulullah menikahkannya dengan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu.
Pasangan ini dikaruniai putra pertama pada tahun ketiga hijriyah, dan
anak tersebut dinamai Hasan. Kemudian anak kedua lahir pada bulan Rajab
satu tahun berikutnya, dan dinamai Husein. Anak ketiga mereka, Zainab,
dilahirkan pada tahun keempat hijriyah dan dua tahun berselang lahirlah
putri mereka Ummu Kultsum.
Fatimah adalah anak yang paling mirip dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
dari gaya bicara dan gaya berjalannya. Apabila Fatimah datang ke rumah
sang ayah, ayahnya selalu menyambutnya dengan menciumnya dan duduk
bersamanya. Kecintaan Rasulullah terhadap Fatimah tergambar dalam
sabdanya,
فاطمة بضعة منى -جزء مِني- فمن أغضبها أغضبني” رواه البخاري
“Fatimah adalah bagian dariku. Barangsiapa membuatnya marah, maka dia juga telah membuatku marah.” (HR. Bukhari)
Beliau juga bersabda,
أفضل نساء أهل الجنة خديجة بنت خويلد، وفاطمة بنت محمد، ومريم بنت عمران، وآسية بنت مُزاحمٍ امرأة فرعون” رواه الإمام أحمد
“Sebaik-baik wanita penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid,
Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, Asiah bin Muzahim, istri
Firaun.” (HR. Ahmad).
Satu-satunya anak Rasulullah yang hidup saat beliau wafat adalah
Fatimah, kemudian ia pula keluarga Rasulullah yang pertama yang menyusul
beliau. Fatimah radhiallahu ‘anha wafat enam bulan setelah
sang ayah tercinta wafat meninggalkan dunia. Ia wafat pada 2 Ramadhan
tahun 11 H, dan dimakamkan di Baqi’.
Putra-putra Rasulullah
Pertama,al-Qashim bin Rasulullah. Rasulullah
berkunyah dengan namanya, beliau disebut Abu al-Qashim (bapaknya
Qashim). Qashim lahir sebelum masa kenabian dan wafat saat usia dua
tahun.
Kedua,Abdullah bin Rasulullah. Abdullah dinamai juga dengan ath-Thayyib atau ath-Thahir. Ia dilahirkan pada masa kenabian.
Ketiga,Ibrahim bin Rasulullah.
Ibrahim dilahirkan pada tahun 8 H di Kota Madinah. Dia adalah anak terakhir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dilahirkan dari rahim Maria al-Qibthiyah radhiallahu ‘anha.
Maria adalah seorang budak yang diberikan Muqauqis, penguasa Mesir,
kepada Rasulullah. Lalu Maria mengucapkan syahadat dan dinikahi oleh
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Usia Ibrahim tidak panjang, ia wafat pada tahun 10 H saat berusia 17
atau 18 bulan. Rasulullah sangat bersedih dengan kepergian putra
kecilnya yang menjadi penyejuk hatinya ini. Ketika Ibrahim wafat,
Rasulullah bersabda,
“إن العين تدمع، والقلب يحزن، ولا نقول إلا ما يُرْضِى ربنا، وإنا بفراقك يا إبراهيم لمحزونون” رواه البخاري
“Sesungguhnya mata ini menitikkan air mata dan hati ini bersedih,
namun kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rab kami.
Sesungguhnya kami bersedih dengan kepergianmu wahai Ibrahim.” (HR.
Bukhari).
Kalau kita perhatikan perjalanan hidup Rasulullah bersama
anak-anaknya, niscaya kita dapati pelajaran dan hikmah yang banyak.
Allah Ta’ala mengaruniakan beliau putra dan putri yang
merupakan tanda kesempurnaan beliau sebagai manusia. Namun Allah juga
mencoba beliau dengan mengambil satu per satu anaknya sebagaiman dahulu
mengambil satu per satu orang tuanya tatkala beliau membutuhkan mereka;
ayah, ibu, kakek, dan pamannya. Hanya anaknya Fatimah yang wafat setelah
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah juga tidak memperpanjang usia putra-putra beliau, salah satu
hikmahnya adalah agar orang-orang tidak mengkultuskan putra-putranya
atau mengangkatnya menjadi Nabi setelah beliau. Bisa kita lihat, cucu
beliau Hasan dan Husein saja sudah membuat orang-orang yang lemah
terfitnah. Mereka mengagungkan kedua cucu beliau melebih yang
sepantasnya, bagaimana kiranya kalau putra-putra beliau dipanjangkan
usianya dan memiliki keturunan? Tentu akan menimbulkan fitnah yang lebih
besar.
Hikmah dari wafatnya putra dan putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sebagai teladan bagi orang-orang yang kehilangan salah satu putra atau putri mereka. saat kehilangan anaknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabar dan tidak mengucapkan perkataan yang tidak diridhai Allah.
Ketika seseorang kehilangan salah satu anaknya, maka Rasulullah telah
kehilangan hampir semua anaknya.
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya..
Sumber: Islamweb.net
Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu KATAKAN Raa’ina, tetapi katakanlah Unzhurna. Dan
dengarkanlah, bahwa untuk orang-orang kafir itu azab yang pedih
(002,104).
Sedemikian pentingnya berkata , sehingga suatu
kaum jadi kafir karena ”BERKATA” jadi "kata" kita harus bersumber
(kamus)nya dari Alquran dan Sunnah Rasul.
Panggilan.2. QS ( 2,153)
(2)Hai orang-orang yang beriman!. Mintalah pertolongan dengan karakter sabar dan sholat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar(2.153)
Panggilan 3. Makanlah makanan yang Thoyib dan bersyukur QS(2.172)
(3)Hai orang-orang yang beriman !,
makanlah yang baik apa yang kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah
kepada Allah, jika memang hanya kepada-Nya kamu menyembah .(2.172)
Panggilan 4. Qishaash dan hikmahnya QS ( 2.178)
(4)Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu qishosh dalam pembunuhan. Orang merdeka dengan
orang merdeka, hamba dengan hamba, dan perempuan dengan perempuan,
tetapi siapa dapat sebagian keampunan dari saudaranya, maka ia balas
kebaikan serta serahkan kepadanya dengan cara yang baik. Itu satu
kelonggaran dan pengaturan dari Rabb kamu, maka siapa melanggar batas
setelah itu, maka ia akan dapat azab yang pedih .(2.178)
Panggilan 5. Puasa QS (2 ayat 183)
(5)Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas
orang-orang yang dari sebelum kamu agar kamu terpelihara.(2.183)
Panggilan 6. Islam Kafah QS (2 ayat 208)
(6)Hai orang-orang yang beriman !,
masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan. Dan jangan kamu ikuti
langkah-langkah Setan, sesungguhnya dia untuk kamu musuh yang
nyata.(2.208)
Panggilan 7.Anjuran membelanjakan harta QS (2 ayat 254)
(7)Hai orang-orang yang beriman,
belanjakanlah sebagian daripada apa yang kami telah diberikan kepada
kamu, sebelum datang satu hari yang tidak ada perdagangan padanya dan
tidak ada persahabatan, dan tidak ada safa’at dan kafir-kafir itulah
orang-orang yang zalim.(2.254)
Panggilan 8. Jangan Menyakiti penerima sedekah QS (2 ayat 264).
(8)Hai orang-orang yang beriman.
Jangan kamu batalkan sedekah kamu dengan bangkitan dan gangguan,
sebagaimana orang yang membelanjakan harta dengan riya’ terhadap manusia
dan tidak mengimani karakter Allah dan hari akhir. Maka perumpamaannya
seperti perumpamaan batu licin, atasnya debu, lalu ditimpa hujan lebat,
menjadi dia licin. Mereka tidak bisa mendapat sesuatu dari apa yang
mereka telah kerjakan, dan Allah tidak memberi pengenalan kepada kaum
yang kafir.(2.264)
Panggilan 9. Menafkahkan sebagian hasil usaha yang Thoyib QS (2 ayat 267).
(9)Hai orang-orang yang beriman,
belanjakanlah sebagian dari apa usaha kamu yang baik, dan sebagian dari
apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu, dan janganlah kamu pilih
yang tidak baik untuk kamu dermakan dia, padahal kamu tidak akan
menerima dia melainkan dengan memejamkan mata padanya, dan ketahuilah
bahwa Allah Ghaniyyun Hamiid.(2.267)
Panggilan 10. Bertaqwa lah dan tinggalkan sisa riba QS (2 ayat 278)
10)Hai orang-orang yang beriman, berbaktilah kepada Allah, dan tinggalkan sisa-sisa dari riba, jika memang kamu orang-orang yang beriman.(2.278)
Panggilan 11.jika bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya QS 2 ayat 282
(11)Hai orang-orang yang beriman,
apabila kamu mengadakan satu perikatan untuk dipenuhi di satu masa yang
tertentu, hendaklah kamu tulis dia, dan hendaklah seorang penulis dari
antara kamu menulis dengan adil, dan jangan seorang penulis enggan
menulis sebagaimana Allah ajarkan dia, bahkan hendaklah ia tulis, dan
hendaklah orang yang berkewajiban memenuhi itu merencanakan, dan
hendaklah ia takut kepada Allah Rabbnya. Dan janganlah ia mengurangi
sedikitpun dari (kesanggupan) itu, tetapi jika orang yang berkewajiban
memenuhi itu safih atau lemah, atau tidak bisa ia sendiri merencanakan,
maka hendaklah walinya merencanakan dengan adil. Dan hendaklah kamu
adakan dua saksi dari antara laki-laki kamu, tetapi kalau tidak ada dua
(saksi), maka (adakanlah) seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari
antara saksi-saksi yang kamu sukai, supaya kalau seorang saksi
perempuan Lupa, dapat diingatkan oleh seorang lagi. Dan orang-orang yang
dipanggil untuk jadi saksi itu tidak boleh enggan. Dan jangan kamu jemu
menulis dia, maupun kecil ataupun menyolok, untuk dipenuhi di masanya.
Itu untuk kamu keadilan disisi Allah, dan terlebih teguh untuk
persaksian, dan terlalu hampir kepada tidak kamu ragu-ragu, kecuali
perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak mengapa
kalau kamu tidak tulis dia, dan hendaklah kamu mengadakan saksi kalau
kamu jual beli, dan tidak boleh diberi kesusahan kepada penulis dan
tidak boleh kepada saksi, karena jika kamu berbuat,maka yaitu satu
kedurhakaan di diri-diri kamu, dan hendaklah kamu berbakti kepada Allah,
karena Allah mengajar kamu dan Allah Mengetahui karakter tiap sesuatu
.(2.282)
Panggilan 12. QS. 3 ayat 100
(12)Hai orang-orang yang beriman,
jika kamu ta’ati sebagian dari orang-orang yang diberi kitab, mereka
kembalikan kamu menjadi kafir setelah kamu beriman.(3.100)
Panggilan 13. bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya QS.(3.102)
(13)Hai orang-orang yang beriman,
berbaktilah kepada Allah dengan selengkap-lengkap kebaktiannya, dan
jangan kamu mati melainkan dalam keadaan kamu menyerah diri.(3.102)
Panggilan 14. Larangan mengambil orang Yahudi sebagai teman kepercayaan QS(3.118)
(14)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu ambil sahabat karibdari selain kamu, mereka tidak
putus-putusnya menarik kecelakaan atas kamu, mereka suka apa-apa yang
menyusahkan kamu, sesungguhnya kebencian telah terbit dari mulut-mulut
mereka, tetapi apa yang disembunyikan di dalam shudur mereka lebih
menyolok. Kami telah buktikan untuk kamu ayat-ayat agar kamu
mengerti.(3.118)
Panggilan 15. Larangan melakukan riba dan perintah untuk bertakwa QS (3.130)
(15)Hai orang-orang yang beriman !, jangan kamu makan riba berlipat-lipat dan berbaktilah kepada Allah agar kamu mendapat kejayaan.(3.130)
Panggilan 16.Peringatan supaya waspada terhadap ajakan orang-orang kafir QS(3.149)
(16)Hai orang-orang yang beriman,
jika kamu ta’at kepada mereka yang kafir, niscaya mereka palingkan kamu
atas tumit-tumit kamu, maka kamu akan berpaling dalam keadaan
rugi.(3.149)
Panggilan 17. Menanamkan jiwa berkorban dan berjihad QS(3.156)
(17) Hai orang-orang yang beriman
! jangan kamu jadi seperti mereka yang kafir dan berkata tentang
saudara-saudara mereka apabila (saudara-saudara) mereka itu berpelayaran
di bumi atau dadi tentara: ”Kalau mereka tinggal bersama kita, tentu
mereka tidak mati dan tidak terbunuh”. Itu untuk Allah jadikan satu
dukacita di walbu mereka dan Allah menghidupkan dan mematikan dan Allah
Melihat karakter apa-apa yang kamu kerjakan.(3.156)
Panggilan 18. Sabar dan Taqwa QS(3.200).
(18)Hai orang-orang yang beriman, sabarlah dan tingkatkan kesabaran, dan kuatlah, dan berbaktilah kepada Allah agar kamu mendapat kejayaan.(3.200)
Panggilan 19.Cara bergaul dengan isteri QS(4.19)
(19)Hai orang-orang yang beriman,
tidak halal kamu jadi ahli waris wanita-wanita dengan paksaan. Dan
jangan kamu berlaku keras atas mereka lantaran hendak mendapat sebagian
daripada yang kamu telah berikan kepada mereka, kecuali mereka melakukan
perbuatan jelek yang membuktikan. Dan bergaullah kepada mereka dengan
cara yang baik , karena sekiranya kamu tidak suka kepada mereka. Maka
bisa jadi sesuatu yang kamu tidak menyukai dia, Allah jadikan padanya
kebaikan yang banyak.(4.19)
Panggilan 20. Islam melindungi hak milik laki-laki dan perempuan QS (4.29).
(20)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu makan harta-harta kamu antara kamu dengan Bathil melainkan
bahwa ada dengan perdagangan dari yang disukai dari kamu, dan jangan
kamu bunuh diri-diri kamu sesungguhnya Allah adalah kepada kamu Sangat
Teliti .(4.29)
Panggilan 21. Kesucian lahir dan batin dalam shalat QS(4.43).
(21)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu mendekati sholat padahal kamu sedang mabuk, hingga kamu
mengetahui apa yang kamu katakan. Dan jangan padahal kamu dari
perjalanan, kecuali orang yang melalui, hingga ia mandi. Dan jika kamu
sakit atau atas beban atau seorang dari kamu datang dari tempat buang
air, atau kamu sentuh wanita-wanita sedang kamu tidak mendapat air, maka
hendaklah kamu cari debu yang baik, lantas hendaklah kamu sapu
muka-muka kamu dan tangan-tangan kamu, sesungguhnya Allah ’Afuuwwan
Ghafuuraa.(4.43)
Panggilan 22. taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamuQS(4.59).
(22)Hai orang-orang yang beriman,
patuhlah kepada Allah dan patuhlah kepada Rasul, dan kepada yang
mengurus urusan dari kamu. Maka sekiranya kamu berbantahan dalam
sesuatu, maka hendaklah kamu kembalikan kepada Allah dan Rasul, jika
kamu mengimani karakter Allah dan hari akhir. Itu lebih baik dan lebih
tepat jawabannya.(4.59)
Panggilan 23. Keharusan siap siaga terhadap musuh QS(4.71) (23)Hai orang-orang yang beriman, ambillah persediaan kamu, lantas majulah berpuak-puak atau majulah sama sekali.(4.71)
Panggilan 24. Berlaku telitilah mengambil suatu tindakan QS( 4.94).
(24)Hai orang-orang yang beriman,
jika kamu pergi di jalan Allah, hendaklah kamu yakinkan dan janganlah
kamu berkata kepada orang yang memberi salam kepada kamu: ”Engkau bukan
mu’min” (karena) kamu maukan benda penghidupan dunia, padahal di sisi
Allah ada beberapa banyak harta. Begitu jugalah keadaan kamu lebih
dahulu, lalu Allah beri kurnia atas kamu. Lantaran itu yakinkanlah,
karena Allah adalah mengabarkan karakter apa-apa yang kamu
kerjakan.(4.94)
Panggilan 25. Keharusan berlaku adil QS(4.135)
(25)Hai orang-orang yang beriman,
jadilah manusia yang mendirikan keadilan, yang menjadi saksi karena
Allah, walau atas diri-diri kamu atau dua ibu-bapak dan keluarga yang
hampir. Jika ia kaya atau fakir, maka Allah lebih hampir kepada mereka
berdua. Lantaran itu jangan kamu turut keinginan, sebab dikhawatirkan
kamu akan berpaling. Karena jika kamu putar persaksian atau kamu
berpaling, maka sesungguhnya adalah Allah Mengabarkan karakter apa-apa
yang kamu kerjakan.(4.135) Panggilan 26. Beriman QS (4.136)
(26)Hai orang-orang yang beriman,
imanilah karakter Allah dan rasul-Nya dan Kitab yang diturunkan atas
rasul-Nya dan kitab yang diturunkan dari sebelumnya, dan siapa
mengkufuri karakter Allah dan malaikat-Nya dan kitab-kitab-Nya dan
rasul-rasul-Nya dan hari akhir, maka sesungguhnya lupalah dia satu
kelupaan yang jauh.(4.136)
Panggilan 27. (4.144)
(27)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu anggap orang-orang kafir sebagai ketua, padahal bukan dari
kaum mu’min. Apakah kamu mau adakan satu alasan yang terang bagi Allah
untuk (menghukum) kamu ?.(4.144)
Panggilan 28. penuhilah aqad-aqad itu. (5.1).
(28)Hai orang-orang yang beriman,
sempurnakanlah janji. Dihalalkan bagi kamu binatang ternak, kecuali
akan dibacakan atas kamu, padahal kami tidak menghalalkan buruan di
waktu kamu berihram. Sesungguhnya Allah menghukum apa yang Dia
kehendaki.(5.1)
Panggilan 29. QS. (5.2).
(29)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu berlaku semau-mau kamu pada batas-batas Allah, dan jangan
pada bulan yang dihormati dan jangan pada qurban dan jangan pada qurban
yang ditandakan dan jangan pada orang-orang yang menuju ke rumah yang
dihormati dengan mencari kelebihan dari Rabb mereka dan kesukaan-Nya,
dan apabila kamu telah selesaikan pekerjaan haji, boleh kamu berburu.
Dan jangan kebencian kamu kepada satu kaum lantaran mereka pernah
halangi kamu dari Masjidil Haram, menyebabkan kamu meliwati batas.
Tetapi hendaklah kamu bertolong-tolongan atas kebaikan dan bakti, dan
jangan kamu bertolong-tolongan atas dosa dan permusuhan. Dan berbaktilah
kepada Allah, sesungguhnya Allah keras pembalasan.(5.2)
Panggilan 30. Membasuh muka QS (5 ayat 6).
(30) Hai orang-orang yang beriman,
apabila kamu mau berdiri sholat, hendaklah kamu cuci muka-muka kamu,
dan tangan-tangan kamu sampai siku-siku kamu, dan sapulah kepala-kepala
kamu dan kaki-kaki kamu kepada dua mata kaki. Dan jika kamu dari
perjalanan, hendaklah kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau atas beban,
atau seorang dari kamu datang dari buang air, atau kamu sentuh
perempuan, tetapi kamu tidak mendapatkan air, maka hendaklah kamu
bertayamum dengan tanah yang baik, yaitu kamu sapu wajah-wajah kamu dan
tangan-tangan kamu dengannya. Allah tidak inginkan keberatan atas kamu,
tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan jasa-Nya atas
kamu agar kamu berterima kasih.(5.6)
Panggilan 31. Kewajiban berlaku adil dan jujur QS. (5 ayat 8)
(31)Hai orang-orang yang beriman,
hendaklah kamu jadi manusia yang lurus karena Allah, menjadi saksi
dengan karakter adil. Dan jangan kebencian kamu atas satu kaum
menyebabkan kamu tidak adil. Berlaku adillah, ia itu lebih hampir kepada
berbakti. Dan berbaktilah kepada Allah sesungguhnya Allah mengabarkan
karakter apa-apa yang kamu kerjakan.(5.8).
Panggilan 32. Ingat nikmat ALLAH , bertakwa QS (5 ayat 11).
(32)Hai orang-orang yang beriman,
ingatlah jasa Allah atas kamu, ketika mereka kaum itu mengulurkan
tangan-tangan mereka kepada kamu, maka dia halangi tangan-tangan mereka
dari kamu. Dan berbaktilah kepada Allah, dan atas Allah lah hendaknya
orang beriman bertawakal.(5.11)
Panggilan 33. Bertakwalah, carilah jalan mendekatkan diri QS. (5 ayat 35).
(33)Hai orang-orang yang beriman,
takutlah kepada Allah dan carilah jalan yang bisa menyampaikan (kamu)
kepada-Nya. Dan hendaklah kamu berjuang (sungguh-sungguh) di jalan-Nya
agar kamu mendapat kemenangan.(5.35)
Panggilan 34. DILARANG berteman AKRAB dengan orang-orang YAHUDI DAN NASRANI QS(5 ayat 51).
(34)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu jadikan Yahudi-Yahudi dan Nashara itu sebagai ketua-ketua,
sebagian dari mereka (pantas) jadi ketua bagi sebagiannya, karena siapa
dari kamu menjadikan mereka sebagai ketua-ketua, maka sesungguhnya ia
(jadi) sebagian dari mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi pengenalan
kepada kaum yang zalim.(5.51)
Panggilan 35. (5.54).
(35)Hai orang orang yang beriman,
siapa murtad dari kamu dari peraturannya, maka Allah akan mendatangkan
satu kaum yang Dia cinta kepada mereka, dan mereka cinta kepada-Nya,
yang merendah diri atas mu’minin berlaku mulia atas orang- orang kafir,
mereka berjuang di jalan Allah dan mereka tidak takut kepada celaan
orang mencela. Itu kelebihan Allah, Dia berikan dia kepada siapa yang
Dia kehendaki dan Allah Waasi’un Aliim.(5.54)
Panggilan 36.( 5.57).
(36)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu ambil orang-orang yang jadikan peraturan kamu ejekan dan
permainan dari ahli kitab yang sebelum kamu dan orang-orang kafir
sebagai pengurus-pengurus. Dan berbaktilah kepada Allah jika kamu
orang-orang yang beriman.(5.57)
Panggilan 37.Larangan mengharamkan makanan yang halal ( 5.87)
(37)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu haramkan barang yang baik yang Allah telah halalkan bagi
kamu, dan jangan kamu meliwati batas, sesungguhnya Allah tidak cinta
kepada orang-orang yang meliwati batas.(5.87)
Panggilan 38.Larangan meminum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala dan mengundi nasib QS(5.90).
(38)Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya arak dan judi dan sembelihan-sembelihan untuk berhala dan
undian nasib itu kotor dari pekerjaan setan. Oleh karena itu hendaklah
kamu jauhi dia supaya kamu mendapat kemenangan.(5.90)
Panggilan 39. QS (5.94).
(39)Hai orang-orang yang beriman,
Allah akan memberi percobaan kepada kamu dengan (melarang) sesuatu dari
perburuan yang dapat dicapai oleh tangan-tangan kamu dan panah-panah
kamu supaya diketahui oleh Allah siapa yang takut kepada-Nya dalam
ghaib. Maka siapa melanggar sesudah itu, maka baginya azab yang pedih
.(5.94)
Panggilan 40. QS (5.95).
(40)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu bunuh perburuan di waktu kamu dalam ihram, karena siapa
dari kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah binatang
ternak yang sebanding dengan apa yang ia bunuh yang akan dihukumkan
oleh dua orang yang adil dari antara kamu sebagai qurban yang
disampaikan ke Ka’bah. Atau denda memberi makan orang-orang miskin atau
puasa sebanding dengan itu, supaya ia rasakan kejelekan perbuatannya.
Allah maafkan apa yang telah lalu, tetapi siapa mengulangi, maka Allah
akan siksa dia , dan Allah Penakluk yang mempunyai balasan .(5.95)
Panggilan 41 Larangan bertanya tentang hal yang menyebabkan kemudharatan QS.(5.101).
(41)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu tanya hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu akan
menyusahkan kamu, tetapi jika kamu bertanya dari hal (ayat-ayat) itu,
waktu diturunkan Alquran,akan diterangkan dia kepada kamu. Allah maafkan
kamu dari (kesalahan) itu, karena Allah Ghafuurun-Haliim.(5.101)
Panggilan 42 QS.5.105
(42)Hai orang-orang yang beriman,
jagalah diri-diri kamu, tidak bisa membahayakan kamu orang yang lupa
itu apabila kamu telah mendapat pengenalan. Kepada Allah lah tempat
kembali kamu semuanya, maka Dia akan kabarkan kepada kamu karakter
apa-apa yang kamu telah kerjakan.(5.105)
Panggilan 43.ANJURAN BERWASIAT DENGAN PERSAKSIAN QS(5.106).
(43)Hai orang-orang yang beriman,
persaksikan di antara kamu, apabila seorang daripada kamu hampir mati,
waktu berwasiat (ialah) dua orang yang adil dari antara kamu, atau dua
orang yang bukan dari kamu jika kamu dalam pelayaran lalu bahaya mati
(hendak) mengenai kamu. Kamu tahan dua-duanya sesudah sholat, lalu dua
duanya bersumpah dengan karakter Allah jika kamu ragu-ragu: ”Kami tidak
menjual dia dengan harta, walau ia keluarga yang dekat dan kami tidak
sembunyikan persaksian karena Allah, lantaran kalau begitu, sesungguhnya
adalah kami dari orang-orang yang berdosa”.(5.106)
Panggilan 44.Larangan melarikan diri dari pertempuran QS(8.15).
(44)Hai orang-orang yang beriman
apabila kamu bertemu orang-orang kafir (waktu) bertempur, maka jangan
kamu palingkan punggung-punggung kamu kepada mereka.(8.15)
Panggilan 45. Larangan menyalahi perintah-perintah Allah QS(8.20).
(45)Hai orang-orang yang beriman, ta’atlah kepada Allah dan rasul-Nya dan jangan kamu berpaling darinya padahal kamu mendengar.(8.20)
Panggilan 46. Kewajiban mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya QS(8.24).
(46)Hai orang-orang yang beriman,
perkenankanlah Allah dan Rasul-Nya apabila ia seru kamu kepada apa yang
menghidupkan kamu, dan ketahuilah, bahwa Allah hendak menghalangi
antara seorang dan qalbunya dan (ketahuilah) bahwa sesungguhna
kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.(8.24)
Panggilan 47.Larangan berkhianat dan faedah bertakwa QS (8.27).
(47)Hai orang-orang yang beriman jangan engkau khianati Allah dan rasul-Nya.dan jangan kamu khianat kepada amanat amanat kamu. padahal kamu tahu (8.27)
Panggilan 48.bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan QS( 8.29).
(48)Hai orang-orang yang beriman,
jika kamu berbakti kepada Allah, niscaya Dia akan adakan bagi kamu
Pembeda dan Dia akan hapuskan dari kamu kejahatan-kejahatan kamu, dan
Dia akan ampunkan kamu, karena Allah mempunyai kelebihan yang
panjang.(8.29)
Panggilan 49. Kewajiban berteguh hati, bersatu dalam peperangan dan larangan berlaku sombong dan riya QS (8.45).
(49)Hai orang-orang yang beriman,
apabila kamu bertemu dengan segolongan (musuh), maka hendaklah kamu
tetap dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu menang.(8.45)
Panggilan 50. QS(9.23).
(50)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu jadikan bapak-bapak kamu dan saudara-saudara kamu sebagai
ketua, jika mereka lebihkan kekufuran daripada iman, karena siapa dari
antara kamu menjadikan mereka ketua, maka adalah mereka itu orang-orang
yang zalim.(9.23)
Panggilan 51. QS (9.28)
(51)Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya orang musyrik itu najis, lantaran itu tidak boleh mereka
menghampiri Masjidil Haram sesudah tahun ini, dan jika kamu takut
kepapaan, maka Allah akan kayakan kamu dari kelebihan-Nya jika Dia mau.
Sesungguhnya Allah ’Aliimun-Hakiim.(9.28)
Panggilan 52. QS (9.34).
(52)Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya kebanyakan dari guru-guru dan pendeta-pendeta, memakan
harta manusia dengan bathil, dan mereka menghalangi dari jalan Allah,
dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak mereka
belanjakan dia di jalan Allah, maka gembirakanlah mereka dengan azab
yang pedih.(9.34)
Panggilan 53. Perintah untuk berjihad QS(9.38).
(53)Hai orang-orang yang beriman,
mengapa jika dikatakan kepada kamu: ”Berperanglah di jalanAllah”, kamu
beratkan badan kamu ke bumi?. Apakah kamu suka penghidupan dunia dari
akhirat, padahal kehidupan dunia terhadap akhirat tidak lain melainkan
sedikit.(9.38)
Panggilan 54. bertaqwa lah QS(9.119).
(54)Hai orang-orang yang beriman, tekunilah Allah, dan hendaklah kamu ada bersama orang-orang yang cerdas.(9.119)
Panggilan 55.QS (9.123).
(55)Hai orang-orang yang beriman,
perangilah orang-orang yang di sekitar kamu dari orang-orang yang
kafir, dan hendaklah mereka dapati pada kamu ghilzhoh. Dan ketahuilah,
seungguhnya Allahbersama orang yang berbakti.(9.123)
Panggilan 56.QS (22.77). (56)Hai orang-orang yang beriman, ruku’ dan sujudlah dan sembahlah Rabb kamu, dan buatlah kebaikan supaya kamu mendapat kemenangan.(22.77)
Panggilan 57. QS(24.21)
(57)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu turut langkah-langkah setan, dan siapa yang mengikuti
langkah-langkah setan, maka sesungguhnya ia menyuruh berbuat fahsya dan
mungkar. Dan kalau tidak kelebihan Allah atas kamu dan pengaturan-Nya,
niscaya tidak sekali-kali seorangpun dari kamu jadi suci, tetapi Allah
mensucikan siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Samii’un ‘Aliim(24.21)
Panggilan 58. Pedoman-pedoman untuk memasuki rumah orang lain QS (24.27)
(58)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu masuk rumah-rumah selain dari rumah-rumah kamu, melainkan
sesudah kamu minta izin dan kamu beri salam atas ahlinya. Itu untuk kamu
baik untuk kamu agar kamu mendapat peringatan.(24.27) Panggilan 59.QS (24.58)
(59)Hai orang-orang yang beriman
!. Hendaklah orang-orang yang kamu dimiliki dengan tangan kanan kamu
dan orang-orang yang belum sampai dari kamu minta izin tiga waktu. Dari
sebelum sholat fajar dan ketika kamu meletakkan pakaian kamu dari
zhuhur, dan dari setelah sholat ’isyaa’. Adalah tiga aurat untuk kamu.
Tidak ada atas kamu dan tidak atas mereka selain dari itu.
Pelayan-pelayan kamu sebagian mereka bekeperluan kepada sebagian kamu.
Seperti itu Allah buktikan untuk kamu ayat-ayat-Nya, dan Allah ‘Aliimun
Hakiim.(24.58)
Panggilan 60.QS (33.9)
(60)Hai orang-orang yang beriman
!, ingatlah jasa Allah atas kamu, ketika datang kepada kamu tentara,
lalu kami kirim kepada mereka angin, dan tentara-tentara yang kamu tidak
dapat melihatnya, dan adalah Allah melihat karakter apa-apa yang kamu
kerjakan.(33.9)
Panggilan 61. KEHARUSAN MENGINGAT ALLAH QS 33.41. (61)Hai orang-orang yang beriman, sebutlah Allah sebutan yang banyak.(33.41)
Panggilan 62. QS( 33.49).
(62)Hai orang-orang yang beriman
!, apabila kamu menikahi mu’minat, kemudian kamu talaq mereka, dari
sebelum kamu sentuh mereka, maka tidak wajib atas mereka ber’iddah untuk
kamu (satu masa) yang kamu (mesti) hitung dia, lantas belanjailah
mereka dan lepaskanlah mereka satu lepasan yang baik.(33.49)
Panggilan 63. QS(33.53)
(63)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu masuk ke rumah-rumah Nabi, kecuali diizinkan bagi kamu
untuk makan dengan keadaan kamu tidak mengintip-ngintip waktu (sedia
makanan), tetapi apabila dipanggil hendaklah kamu masuk. Maka apabila
sudah makan hendaklah kamu bertebaran, dan tidak boleh (kamu)
bersenang-senang untuk cerita-cerita. Sesungguhnya itu untuk kamu adalah
mengganggu Nabi, tetapi ia malu dari kamu. Dan Allah tidak malu dari
yang lengkap. Dan apabila kamu minta kepada (isteri-isteri Nabi) itu,
sesuatu benda, maka mintalah dari belakang tirai. Itu bagi kamu lebih
bersih untuk qalbu-qalbu kamu dan qalbu-qalbu mereka. Dan tidak ada bagi
kamu untuk mengganggu Rasul Allah dan tidak boleh kamu bernikah dengan
isteri-isterinya sesudah (wafatnya) selamanya, karena sesungguhnya itu
untuk kamu adalah di sisi Allah panjang. (33.53) Panggilan 64. QS.(33.56)
Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya memberikan penghormatan atas Nabi. (64)Hai orang-orang yang beriman, beri penghormatan atasnya dan salam kesejahteraan .(33.56)
Panggilan 65. QS.(33.69)
(65)Hai orang-orang yang beriman
!, jangan kamu seperti orang yang menyakiti Musa, lalu Allah selamatkan
dia dari apa yang mereka katakan, dan adalah ia di sisi Allah orang
yang terhormat.(33.69)
Panggilan 66. QS.(33.70).
(66)Hai orang-orang yang beriman !, berbaktilah kepada Allah, dan ucapkanlah perkataan sadiidaa.(33.70)
Panggilan 67. Orang-orang mukmin pasti menang, dan orang-orang kafir pasti hancur QS (47.7).
(67)Hai orang-orang yang beriman !, jika kamu tolong Allah, Dia tolong kamu dan kuatkan pendirian kamu.(47.7)
Panggilan 68. QS.(47.33)
(68)Hai orang-orang yang beriman!, patuhilah Allah dan patuhilah Rasul, dan jangan kamu kurangkan amal-amal kamu.(47.33)
Panggilan 69. QS (49.1)
(69)Hai orang-orang yang beriman !, jangan kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Dan tekunilahAllah, sesungguhnya Allah Sami’un ’Aliim (49.1)
Panggilan 70. QS 49 ayat 2
(70)Hai orang-orang yang beriman
!, jangan kamu angkat suara-suara kamu lebih dari suara Nabi, dan
janganlah kamu keraskan omongan kepadanya, sebagaimana sebagian kamu
keraskan terhadap sebagian, karena khawatir akan gugur amal-amal kamu,
padahal kamu tidak sadar.(49.2)
Panggilan 71. QS (49.6)
(71)Hai orang-orang yang beriman
!, jika datang kepada kamu seorang wartawan fasik dengan membawa
berita, maka selidikilah, supaya kamu tidak berbuat sesuatu kepada satu
kaum lantaran tidak tahu, lalu kamu jadi menyesal atas apa-apa yang kamu
telah kerjakan.(49.6)
Panggilan 72. Jangan segolongan memperolok olokan segolongan QS (49.11)
(72)Hai orang-orang yang beriman
!, jangan segolongan kamu memperolok-olokkan sebagian. Boleh jadi
adalah mereka itu lebih baik dari mereka ini. Dan jangan wanita-wanita
(memperolokkan) dari sebagian wanita-wanita. Boleh jadi mereka itu lebih
baik dari mereka ini. Dan jangan kamu mencela orang-orang (di antara)
kamu dan jangan kamu berpanggilan dengan gelar-gelar (yang jelek).
Sejelek-jelek nama ialah yang buruk setelah beriman. Dan siapa tidak
bertobat, maka mereka itu orang-orang yang zalim.(49.11)
Panggilan 73. QS (49.12)
(73)Hai orang-orang yang beriman
!, Jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari
prasangka itu adalah dosa. Dan jangan kamu mengintai (intelijen) dan
jangan sebagian dari kamu mengumpat sebagian. Apakah suka seorang dari
kamu memakan daging bangkai saudaranya ?. Maka kamu jijik kepadanya. Dan
tekunilah Allah, sesungguhnya Allah At-Tawwaabur-Rahiim.(49.12)
Panggilan 74. QS (57.28)
(74)Hai orang-orang yang beriman
!, tekunilah Allah, imanilah rahasia rasul-Nya, niscaya dia beri kepada
kamu dua kiflah dari pengaturannya dan Dia jadikan untuk kamu Nuur yang
kamu bisa berjalan dengannya, Dan Dia kembalikan kamu. Dan Allah
Ghafuurur-rahiim.(57.28)
Panggilan 75. Apabila kamu berbisik maka jangan kamu berbisik untuk dosa QS (58.9)
(75)Hai orang-orang yang beriman,
apabila kamu berbisik, maka janganlah kamu berbisik untuk dosa dan
permusuhan dan kedurhakaan kepada Rasul, tetapi berbisiklah tentang
kebaikan dan bakti, dan berbaktilah kepada Allah Yang kepada-Nya kamu
akan dikumpulkan .(58.9)
Panggilan 76.QS(58.11) (76)Hai orang-orang yang beriman,
apabila dikatakan kepada kamu dalam majelis-majelis: “Luaskanlah”,
hendaklah kamu luaskan, niscaya Allah akan balas meluaskan bagi kamu,
dan apabila dikatakan: “Berdirilah”, maka hendaklah kamu bangun, niscaya
Allah akan tinggikan beberapa derajat bagi orang-orang yang beriman
dari antara kamu dan orang-orang yang diberi pengetahuan, dan Allah
mengabarkan karakter apa-apa yang kamu kerjakan.(58.11)
. Panggilan 77.QS (58.12)
(77)Hai orang-orang yang beriman,
apabila kamu hendak berbisikan kepada Rasul, maka hendaklah kamu
bersedekah sebelum berbisik (bayar pulsa). Yang demikian itu lebih baik
bagi kamu dan lebih bersih, tetapi jika kamu tidak dapat, maka
sesungguhnya Allah Pengampun Yang Maha Teliti.(58.12)
Panggilan 78.QS (59.18)
(78)Hai orang-orang yang beriman,
berbaktilah kepada Allah. Dan hendaklah diri memperhatikan apa yang ia
akan sediakan untuk besok. Dan berbaktilah kepada Allah sesungguhnya
Allahmengabarkan karakter apa-apa yang mereka kerjakan.(59.18)
Panggilan 79. QS (60.1)
(79)Hai orang yang beriman,
jangan kamu mengambil musuh Ku dan musuh kamu pengurus yang kamu
sampaikan kabar kepada mereka dengan karakter persahabatan. Dan sungguh
mereka telah mengkufuri karakter apa-apa yang datang kepada kamu dari
yang lengkap. Mereka mengusir rasul dan diri kamu, karena kamu mengimani
karakter Allah Rabb kamu. Jika adalah kamu keluar berjuang di jalan
mencari kesukaan Ku, kamu (harus) merahasiakan kepada mereka dengan
karakter persahabatan. Dan Aku lebih mengetahui karakter apa-apa yang
kamu sembunyikan dan apa-apa yang kamu nyatakan.Dan siapa melakukannya
dari kamu maka sungguh dia lupa pada jalan yang sama.(60.1)
Panggilan 80. hendaklah kamu uji mereka (60 ayat 10)
(80)Hai orang-orang yang beriman,
apabila datang kepada kamu mu’minat berhijrah, maka ujilah mereka.
Allah lebih mengetahui karakter iman mereka. Maka jika kamu ketahui
mereka beriman, maka jangan kamu kembalikan mereka kepada kafir-kafir.
Tidak mereka halal bagi mereka dan tidak mereka halal bagi mereka. Dan
berilah kepada mereka apa yang mereka telah belanjakan. Dan tidak
mengapa atas kamu bahwa kamu menikahi mereka apabila kamu beri kepada
mereka maskawin mereka, dan jangan kamu tahan perikatan dengan
perempuan-perempuan kafir, dan mintalah apa yang kamu telah belanjakan
dan biarkanlah mereka minta apa yang mereka telah belanjakan. Itu
putusan Allahuntuk kamu,Dia putuskan antara kamu. Dan Allah
‘Alimun-Hakiim.(60.10),
Panggilan 81. janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah.(60.13)
(81)Hai orang-orang yang beriman,
jangan kamu jadikan sahabat satu kaum yang Allah murka atas mereka.
Sungguh mereka itu telah putus asa daripada akhirat sebagaimana putus
asa orang-orang kafir dari ahli kubur.(60.13)
Panggilan 82. QS (61.2)
(82)Hai orang-orang yang beriman !, mengapa kamu katakan apa yang tidak kamu kerjakan (61.2)
Panggilan 83. QS(61.10)
(83)Hai orang-orang yang beriman !, maukah aku tunjukkan kepada kamu atas perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?(61.10)
jawabnya : di QS. 61 ayat 11
Panggilan 84. jadilah kamu penolong (agama) Allah QS ( 61.14)
(84)Hai orang-orang yang beriman
!, jadilah penolong-penolong Allah, seperti apa telah berkata ’Isa anak
Maryam kepada Hawariyun: ”Siapa yang akan membantu ku kepada Allah”.
Berkata Hawariyun:”Kami pembantu-pembantu Allah”. Maka beriman sebagian
dari Bani Israel, dan kufur sebagian. Maka kami kuatkan yang beriman
atas musuh-musuh mereka. Maka menjadilah mereka orang-orang yang Zhohiir
(Eksis)(tampil di masyarakat). (61.14)
Panggilan 85. menunaikan shalat Jum'at QS (62.9)
(85)Hai orang-orang yang beriman
!, apabila dipanggil kepada sholat dari hari jum’at, maka berusahalah
kepada mengingat Allah, dan tinggalkan jual beli. Itu untuk kamu baik
untuk kamu jika kamu mengetahui (62.9)
Panggilan 86. janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah QS (63.9)
(86)Hai orang-orang yang beriman!,
janganlah melalaikan kamu harta-harta kamu dan anak-anak kamu dari
mengingat Allah. Siapa yang berbuat itu, maka itulah mereka, mereka
orang-orang yang rugi. (63.9)
Panggilan 87. berhati-hatilah kamu QS(64.14)
(87)Hai orang-orang yang beriman
!, sesungguhnya sebagian dari isteri-isteri kamu dan anak-anak kamu
adalah musuh bagi kamu. Maka berhati-hatilah kepada mereka. Dan jika
kamu maafkan dan kamu berlapang dada, dan mengampuni, maka sesungguhnya
Allah Ghafuurur Rahiim.(64.14).
Panggilan 88. Memelihara diri dan keluarga QS ( 66 ayat 6)
(88)Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah diri-diri kamu dan ahli kamu dari api yang bakarannya
manusia dan batu, atasnya malaikat ghilazhun syidaad yang tidak durhaka
kepada Allah apa yang Dia perintah mereka dan mereka berbuat apa yang
mereka diperintah.(66.6)
Panggilan 89. Tobatlah kepada ALLAH tobat yang iklash QS.(66 ayat 8)
(89)Hai orang-orang yang beriman,
bertobatlah kepada Allah tobat nashuhaa. Mudah-mudahan Pemelihara kamu
hapuskan dari kamu kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke surga
yang mengalir dari bawahnya sungai-sungai, pada hari Allah tidak
kecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Nur mereka
berusaha keluar di hadapan mereka dan di kanan mereka, mereka katakan:
”Pemelihara kami sempurnakanlah bagi kami nur kami dan ampunkanlah kami
sesungguhnya Engkau atas tiap sesuatu Berkuasa.(66.8)
SITI KHADIJAH: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur
25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya
sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama
Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq
Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah
menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi
Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun.
Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan
dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah
mencintai Khadijah. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah
Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.
SAWDA BINT ZAM’A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn
Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia.
Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang
mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.
AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem
menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan
tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu
Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada
saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah
keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi
sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah
perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan
Aishah sebelum kemudian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun
kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal.
HAFSAH BINT UMAR: Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua.
Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman
menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau kawin
lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini
Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar
tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa
anaknya akan menikah demikian juga Usman akan kawin lagi. Akhirnya,
Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri
kawin dengan Nabi SAW. Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.
ZAINAB BINT KHUZAYMA: Suaminya meninggal pada perang UHUD,
meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah tua
ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah perkawinan
yaitu pada tahun 625 A.D.
SALAMA BINT UMAYYA: Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al
Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak-anaknya
dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan
beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat
cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi Muhammad SAW
mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.
ZAYNAB BINT JAHSH: Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW,
Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW sudah
mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi
perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika
mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).
JUAYRIYA BINT AL-HARITH: Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn
Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari Juayreah (Bani
Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang
pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq). Bapak Juayreyah datang
pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah.
Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juayreayah untuk
memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin
masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah
yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun
masuk islam.
SAFIYYA BINT HUYAYY: Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir.
Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW.
Cerita nya cukup menarik, mungkin Insya Allah disampaikan terpisah.
UMMU HABIBA BINT SUFYAN: Suami pertamanya adalah Aubed Allah
Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggak
di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia
sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H
pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan
dia 35 tahun.
MAYMUNA BINT AL-HARITH: Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah
dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami pertamanya adalah
Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka Makkah di tahun 630
A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar
Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa
terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.
MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu
menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir.
Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim
akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi
SAW meninggal dunia, dan Maria (thx buat Joan) akhirnya meninggal 5
tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi
Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.
Kunci Surga: Syahadatain
Kunci surga tentu bukan kunci seperti yang kita bayangkan. Menurut
banyak ulama, yang dimaksud dengan kunci surga adalah pernyataan dua
kalimat syahadat dari seorang anak manusia. Yang dengan dua kalimat
syahadat itu, dia berhak untuk masuk surga.
Jadi kunci itu berupa ikrar dan keyakinan di dalam hati bahwa tidak
ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan utusan
Allah.
Tidak cukup bahwa seseorang itu bertuhan, atau mengaku percaya pada
tuhan. Atau sekedar mengakui bahwa alam semesta itu punya pencipta. Atau
sekedar mengakui adanya Causa Prima, penyebab dari segala.
Tidak cukup seseorang hanya bertuhan kepada Allah SWT, sementara dia
masih saja menuhankan benda-benda lain seperti kuburan, keramat, orang
sakti, keris, arwah nenek moyang dan seterusnya.
Inti dari kesaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah adalah bahwa
seseorang tidak mengakui adanya segala macam tuhan dalam arti yang
seluas-luasnya, kecuali hanya Allah saja.
Yang kedua dari konsep syahadat adalah bahwa seseorang tidak cukup
hanya kagum dan memuji seorang Muhammad SAW. Tetapi harus mengakui bahwa
Muhammad SAW itu adalah seorang manusia yang mendapatkan wahyu dari
Allah SWT. Dan isi wahyu itu adalah sebuah aturan hidup yang harus
dijadikan sebagai the way of life.
Tanpa keyakinan atas esensi syahadatain, maka surga tidak bisa dimasuki oleh siapa pun, karena kunci surga adalah syahadatain. Pintu-pintu Surga
Di dalam surga juga ada pintu-pintu sebagaimana disebutkan di dalam Al-Quran Al-Kariem.
وسيق الذين اتقوا ربهم إلى الجنة زمرا حتى إذا جاءوها وفتحت أبوابها وقال لهم خزنتها سلام عليكم طبتم فادخلوها خالدين Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga
berombong-rombongan, sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang
pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka
penjaga-penjaganya, "Kesejahteraan atasmu. Berbahagialah kamu! Maka
masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya."(QS. Az-zumar: 73)
Sedangkan di dalam hadits shahih Bukhari disebutkan bahwa jumlah pintunya ada 8 buah. Dari Sahal bin Saad ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Di
surga ada 8 pintu. salah satunya pintu yang disebut Ar-Rayyan yang tidak
dimasuki kecuali oleh orang-orang yang berpuasa" (HR Bukhari)
Masing-masing pintu dikhususkan buat orang-orang yang mengamalkan
jenis ketaatan tertentu dengan kualitas yang baik. Tentunya setelah
orang itu punya kunci surga dan pahalanya tidak dikurangi dengan
banyaknya dosa yang harus ditebusnya.
Oleh para ulama, dikumpulkan keterangan itu dan berhasil disusun daftar nama-nama pintu itu.
Pintu Muhammad SAW atau pintu taubah
Pintu Shalat
Pintu Puasa (Ar-Rayyan)
Pintu Zakat
Pintu Shadaqah
Pintu Haji dan Umrah
Pintu Jihad
Pintu Shilah (silaturrahim)
Derajat Surga
Surga itu punya beberapa derajat, yang paling tinggi adalah surga
Firdaus Al-A’la. Posisinya ada di bawah Arsy Ar-Rahman. Dari surga
Firdaus itu keluar mengalir sungai-sungai surga besar yang empat, yaitu
sungai susu, sungai madu, sungai khamar dan sungai air.
Al-Firdaus ini adalah tempat untuk nabi Muhammad SAW nanti, serta orang-orang yang mendapatkan syafaat dari beliau.
Derajat yang dibawahnya adalah surga ‘Illiyyin, yaitu untuk para nabi
dan para syuhada’. Termasuk juga orang-orang yang shabar dari bala’ dan
penyakit dan orang-orang yang mencintai di jalan Allah.
Demikian sekilas tentang informasi surga, semoga kita semua bisa menjadi penduduknya nanti, amin.
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: Jibrail datang kepada
Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah
mukanya,
maka ditanya oleh Nabi Muhammad ﷺ.: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'
Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh
supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg
mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar,
dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman
dari padanya.'
Lalu Nabi Muhammad ﷺ bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam.'
Jawabnya: 'Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan
selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun
sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam
gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus
engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan
dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli
neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati
penduduk bumi kerana panas dan basinya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan
dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit,
nescaya akan cair sampai ke bawah
bumi yg ke tujuh.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung
barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur
kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi
dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan
api.
Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'
Nabi Muhammad ﷺbertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?'
Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari
lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu
lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (nota kefahaman: iaitu yg
lebih bawah lebih panas)
Tanya Rasulullah ﷺ: 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'
Jawab Jibrail:
'Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg
kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga
Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir.'
Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah ﷺsehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?'
Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.'
Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu,
sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi Muhammad ﷺ di pangkuannya sehingga
sedar kembali dan sesudah sadar nabi Muhammad ﷺ bersabda: 'Ya Jibrail, sungguh
besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku
yang akan masuk ke dalam neraka?'
Jawabnya: 'Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.'
Kemudian nabi Muhammad ﷺ nangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi Muhammad ﷺ masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang
kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang
selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab 'Peringatan
Bagi Yg Lalai')
Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat
sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.
Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu:
1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta
mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
Saudaraku, ketahuilah bahwa hati adalah ibarat sebuah
benteng. Setan sebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng
tersebut. Setan senantiasa ingin memiliki dan menguasai benteng itu.
Tidak mungkin benteng tersebut bisa terjaga selain adanya penjagaan yang
ketat pada pintu-pintunya. Pintu-pintu tersebut tidak bisa terjaga
kecuali jika seseorang mengetahui pintu-pintu tadi. Setan tidak bisa
terusir dari pintu tersebut kecuali jika seseorang mengetahui cara setan
memasukinya. Cara setan untuk masuk dan apa saja pintu-pintu tadi
adalah sifat seorang hamba dan jumlahnya amatlah banyak. Pada saat ini
kami akan menunjukkan pintu-pintu tersebut yang merupakan pintu terbesar
yang setan biasa memasukinya. Semoga Allah memberikan kita pemahaman
dalam permasalah ini.
Pintu pertama:
Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad
(dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan
tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya
kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya
setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan
menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh
syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.
Pintu kedua:
Ini juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat
merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan
melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi
kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا غضب الرجل فقال : أعوذ بالله سكن غضبه
“Jika seseorang marah, lalu dia mengatakan: a’udzu billah (aku berlindung pada Allah), maka akan redamlah marahnya.” (As Silsilah Ash Shohihah no. 1376. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Pintu ketiga:
Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala
perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena
umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.
Pintu keempat:
Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti
ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada
Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat sebagaimana dalam
hadits:
“Sesungguhnya orang yang lebih sering kenyang di dunia, dialah yang akan sering lapar di hari kiamat nanti.” (HR. Tirmidzi. Dalam As Silsilah Ash Shohihah, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Pintu kelima:
Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti
ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang
itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia
akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang
disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari
kemungkaran.
Pinta keenam:
Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk
perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat
ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan
oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh
Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Pintu ketujuh:
Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari
harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi
bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang
berkaitan dengan harta.
Pintu kedelapan:
Yaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau
golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam
madzhab atau golongannya.
Pintu kesembilan:
Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat
dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat
mereka menjadi ragu dalam masalah paling urgen dalam agama ini yaitu
masalah aqidah.
Pintu kesepuluh:
Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang
selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan
selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya
seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan
orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.
Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya.
Rujukan: Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Ibnu Qudamah Al Maqdisiy